politik uang dan dakwahBerdakwah itu tidak semudah yang dibayangkan oleh seseorang yang tidak menjalaninya. Berdakwah adalah aktifitas yang mengajak masyarakat untuk kembali menjadi hamba Allah swt dan menjadi pembela Allah swt.

Dalam perjalanan dakwah banyak sekali cobaan, ancaman dan juga rayuan. Jika juru dakwah itu lengah maka ia akan tergoda dengan rayuan lalu akan berbalik mengajak dan mengajarkan masyarakat muslim untuk menjadi hamba nafsu dan syahwat dunia.

Dahulu ada istilah “ulama sultan” maksudnya ulama yang dekat dengan penguasa atau pemerintah. Mereka mendapatkan banyak fasilitas kehidupan yang lebih dari cukup dari pemerintah dan penguasa itu sehingga mereka tidak lagi kritis dan dapat menasehati pemerintah saat penguasa itu melenceng dari jalan Allah swt yang lurus.

Ulama semacam itu tidak akan mengajak masyarakat untuk menjadi hamba Allah swt bahkan mereka akan mengajak masyarakat untuk menjadi hamba dan budak dari pemerintah dan penguasa yang selalu member mereka fasilitas mewah.

POLITIK UANG

Politik uang adalah penggelontoran uang dalam bentuk asli mata uang atau bantuan sembako atau bantuan kesehatan atau bantuan lainnya kepada orang-orang yang memiliki hak pilih dalam sebuah pemilihan umum atau pemilihan presiden atau pemilihan kepala daerah dengan syarat mereka yang mendapatkan gelontoran uang dan sejenisnya itu harus memilih calon yang dimaksud oleh pihak yang menggelontorkan uang.

Pekerjaan seperti itu adalah strategi yang telah lama dilakukan oleh orang-orang kafir atau munafiq. Dalam pertempuran bersenjata dengan pasukan mukmin mereka siap menggelontorkan kekayaan mereka demi memenangkan pertempuran itu. Begitu juga dalam pertempuran politik non militer orang kafir dan munafiq selalu menggunakan strategi politik uang demi memenangkan percaturan politik dengan segala cara.

Ternyata POLITIK UANG itu telah diceritakan dengan detail oleh Allah swt di dalam kitab suci al-qur’an sebagai strategi baku kaum kafir dan munafiq dan sebagai bentuk kecurangan mereka untuk memenangkan persaingan atau pertempuran.

Mari perhatikan ayat berikut :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ (36) لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Al-anfal 36-37

Artinya : sesungguhnya orang-orang kafir itu akan terus menggelontorkan harta benda mereka (mata uang dan lainnya)untuk mencegah masyarakat dalam menjalankan ajaran Allah swt, mereka akan terus menggelontorkan harta mereka hingga menjadi bangkrut dan ludes. Setelah itu mereka dapat dikalahkan di dunia dan di dikumpulkan di dalam neraka jahannam saat mereka mati. (36)

(banyak orang yang senang menerima gelontoran uang itu) dengan demikian Allah swt menyaring orang orang yang kotor hatinya dari orang-orang yang bersih hatinya. Lalu Allah swt mengumpulkan orang-orang yang kotor hatinya itu menjadi satu kelompok yang terikat satu sama lain. Lalu pada hari kiamat nanti Allah mengumpulkan mereka itu bersama-sama di dalam neraka jahannam. Itulah kerugian terbesar untuk mereka. (37)

Sungguh luar biasa, ternyata politik uang itu telah di lekatkan dengan orang-orang kafir.

Orang kafir itu identik dengan kecurangan dan politik uang sepanjang zaman di berbagai belahan bumi ini termasuk di Jakarta Indonesia ini.

Untuk para pejuang kebenaran

Dengan penjelasan yang gamblang tentang politik uang ini maka para pejuang kebenaran tidak perlu risau dan galau.

Orang yang memperjuangkan kebenaran “tidak mungkin” menggunakan cara-cara kotor dan curang seperti yang dikerjakan oleh orang kafir itu.

Orang –orang yang memperjuangkan kebenaran itu pasti menggunakan cara dan strategi yang bersih untuk memenangkan kebenaran itu.

Orang-orang yang memperjuangkan kebenaran tidak akan mau untuk menerima berbagai bentuk sogokan dari kelompok kafir dan munafiq.

Orang-orang yang memperjuangkan kebenaran itu tetap optimis dengan pertolongan Allah swt. Orang-orang yang memperjuangkan kebenaran itu sangat yakin bahwa ALLAH SWT PASTI BERPIHAK KEPADA MEREKA.

Mari kita perkuat hubungan kita dengan Allah swt. Mari kita tingkatkan ibadah-ibadah kita kepada Allah swt. Mari kita satukan barisan dan langkah kita. Mari kita jauhi kemaksiatan dan pembangkangan diri kita kepada Allah swt. Jika itu semua telah kita laksanakan maka pertolongan Allah swt akan datang dan kemenangan itu akan menjadi kenyataan untuk pejuang dan pembela kebenaran.

Untuk warga muslim yang beriman

Dalam islam kita mengenal harta halal dan harta haram. Harta halal adalah harta yang kita dapat dengan cara yang dibenarkan oleh Allah swt. Sedangkan harta haram adalah harta yang di dapatkan dengan cara yang tidak dibenarkan oleh Allah swt melalui al-qur’an atau sunnah nabi Muhammad saw.

Mari cermati arahan Allah swt di bawah ini:

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Al-baqarah :188

Artinya : janganlah kalian mengkonsumsi dan memiliki harta dengan cara mengambil dari orang lain secara bathil. Termasuk dengan cara halus yaitu memberi sogokan/hadiah/tips/insentif kepada mereka yang berkuasa sehingga kalian dimenangkan di pengadilan lalu dengan leluasa mengambil harta orang lain dengan berdasarkan keputusan pengadilan tersebut. Yang seperti itu tentu telah kalian fahami dan sadari.

Saudaraku….janganlah kita mau untuk menerima hadiah atau apapun namanya agar kita memilih calon gubernur atau calon presiden atau calon anggota legislatif yang diarahkan oleh si pemberi hadiah itu. Itu adalah cara yang tidak benar.

Jika kita mengkonsumsinya maka kita telah mengkonsumsi harta yang haram.

Dengan memberikan sejumlah uang kepada anda, maka mereka akan mengambil kekuasaan di pemerintahan daerah atau pemerintahan pusat. Mereka akan membuat kebijakan kebijakan yang menguntungkan mereka beribu ribu kali lipat saat mereka dinyatakan menang dalam pilkada atau pemilu oleh KPU pusat atau KPU daerah.

Mereka akan merampas hak-hak anda secara “legal” walaupun anda menolaknya karena mereka telah menjadi penguasa dinegeri ini.

Mereka akan membuat aturan-aturan yang membatasi urusan ibadah kalian, membatasi urusan ekonomi kalian, membatasi urusan politik kalian dan akan menghinakan kalian di negeri kalian sendiri.

Mari buka fikiran kita,  buka mata kita dan buka hati kita agar kita tidak menyesal dan anak-anak serta keturunan kita tidak menjadi orang yang dihinakan oleh mereka nantinya.

Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1438 H semoga Allah swt menerima semua yang kita kerjakan dan menjadi pemberat timbangan kebajikan di akhirat nanti.

Wallahu’alam bis-showab.

Ustadz Ahmad Bisyri, Lc, MA
Direktur & Pendiri Lembaga Konsultan Waris Zaid Bin Tsabit

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *