Penyebab terjadinya tanah sengketa dan bagaimana penyelesaiannya

Penyebab terjadinya tanah sengketa dan bagaimana penyelesaiannya – Bersengketa adalah keburukan dalam kehidupan ini. Bersengketa akan merugikan semua pihak yang terkait di dalam persengketaan itu. Tidak ada pemenang dalam sebuah persengketaan kecuali syetan itu sendiri. Karena membawa manusia dalam persengketaan adalah prestasi di tengah-tengah masyarakat syetan.

Penyebab terjadinya tanah sengketa dan bagaimana penyelesaiannya

Allah swt mengingatkan dalam surat al-anfal:46

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya : dan taatlah kalian kepada (hokum) Allah dan rasulNya, janganlah bersengketa yang hanya membawa kerugian dan hilangnya segala kebaikan, bersabarlah karena Allah bersama mereka yang bersabar.

Tanah sengketa adalah lahan yang tidak bisa diambil manfaatnya oleh siapapun akibat status kepemilikannya yang dipertentangkan dan disengketakan. Pertentangan pengakuan kepemilikan sebidang lahan itu memiliki banyak sebab, diantaranya :

  1. Sertifikat ganda
  2. Tanpa surat-surat/ surat kepemilikan hilang
  3. Warisan yang belum diselesaikan dalam waktu sangat lama.

Penyelesaian sengketa kepemilikan sebidang tanah yang disebabkan pembagian warisan yang rancu haruslah diselesaikan berdasarkan hokum syariat islam.

Kerancuan penyelesaian tanah warisan biasanya dipicu oleh kebodohan ahli waris akan hokum waris islam atau kecurigaan mereka terhadap hokum waris islam, sehingga mereka memilih penyelesaian harta warisan keluarga mereka melalui jalur non islam.

Ada juga sebab lainnya yaitu sikap serakah atau tidak saling mempercayai antara sesama anggota keluarga dari ahli waris itu sendiri.

Saya meyakinkan para pembaca, bahwa jika sebuah keluarga ingin agar pembagian harta warisan mereka tidak menjadi persengketaan yang merugian keluarga itu sendiri hendaklah mereka percayakan dan serahkan kepada hokum Allah swt yang maha adil melalui al-quran dan sunnah nabi Muhammad saw melalui mekanisme memahami hokum waris islam yang tertuang dalam ilmu faroidh.

Percayalah bahwa tidak ada yang dapat berlaku adil dalam kehidupan ini kecuali Allah swt yang telah menurunkan al-qur’an dan mengutus Muhammad saw sebagai nabiNya. Mengikuti perintah Allah Swt adalah suatu keuntungan, tidak akan rugi orang yang mengikuti aturan dan perintah Allah Swt. Hanya Al-Quran dan Hadits yang kita jadikan rujukan dan panduan dalam hidup, tidak ada aturan lain yang kita jadikan rujukan.

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *