Model NasionalismeModel Nasionalisme  – Konflik ideologi telah diciptakan oleh rezim penguasa sejak jutaan orang menuntut keadilan agar pemerintah memenjarakan seorang gubernur DKI Jakarta yang telah melakukan penistaan terhadap agama islam khususnya qs.al maidah :51.

Dari konflik ideologi yang diciptakan oleh rezim tersebut, ummat islam khususnya ulama, habaib dan aktifis dituduh sebagai anti Pancasila, anti NKRI, anti kebhinekaan dan dituduh sebagai pembuat kegaduhan dan memecah belah persatuan.

Benarkah ummat islam adalah ummat yang menentang nasionalisme? Benarkah orang muslim itu anti terhadap nasionalisme?

Untuk menjawab tuduhan-tuduhan keji di atas, kita perlu melakukan klasifikasi model nasionalisme yang ada dalam kehidupan dunia internasional. Imam Hasan al-banna dalam buku “majmu’aturrosail” telah membagi nasionalime menjadi empat model.

Ada 4 model nasionalisme dalam kehidupan dunia internasional;

Nasionalisme keteladanan

yaitu kebanggaan terhadap kemuliaan suatu bangsa dan para leluhurnya dengan pencapaian level tertinggi dari budi pekerti dan berbagai prestasi kemanusiaan lainnya. Model nasionalisme ini tidaklah bertentangan dengan syariat islam.

Lihatlah di dalam al-qur’an telah diceritakan kisah-kisah teladan para leluhur seperti nabi ibrahiim, nabi musa, nabi isa, nabi nuh dan lainnya. Kisah-kisah itu merupakan kisah yang mengajarkan keteladanan budi perkerti dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai generasi kita dimotivasi untuk melanjutkan kemuliaan para leluhur tersebut.

Nasionalisme Prioritas

yaitu menjadikan sesama anak bangsa sebagai orang yang diprioritaskan untuk mendapatkan dukungan dan pertolongan. Model nasionalime ini juga tidak diingkari oleh syariat islam.

Bukankah islam telah mengumunkan bahwa pahala sedekah kepada keluarga dekat memiliki pahala dua kali lipat disbanding bersedekah kepada yang bukan keluarga? Memprioritaskan keluarga dan memberikan bantuan dan pertolongan adalah nasionalisme yang dibenarkan oleh islam.

Nasionalisme Jahiliyah

yaitu berusaha untuk menghidupkan kembali kebiasaan dan tradisi buruk dari leluhur yang telah ditinggalkan masyarakat. Model nasionalisme ini jelas bertentangan dengan syariat islam.

Islam telah memerangi tradisi dan budaya syirik pemerintah quraisy yang dipaksakan kepada warga masyarakat waktu itu. Islam juga telah melarang total praktik riba jahiliyah dalam system perekonomian pemerintah quraisy.

Nasionalisme Kolonial

yaitu menganggap etnis dan suku seseorang lebih mulia dihadapan suku-suku dan etnis yang ada dan berusaha untuk membinasakan serta melakukan penjajahan terhadap bangsa lain yang berbeda suku darinya. Model nasionalisme ini juga termasuk yang bertentangan dengan syariat islam.

Yahudi mengaku sebagai ras dan etnis terbaik dimuka bumi sehingga mereka menjajah dan mengusir bangsa palestina dari tanah air mereka.

Dengan pembagian model nasionalisme di atas maka ummat islam tidak akan terjebak dan tidak akan tertipu untuk membela sebuah nasionalisme secara membabi buta.

Demikian pula ummat tidak akan minder jika dinilai oleh sebagian orang bahwa mereka tidak mendukung nasionalisme dalam pengertian yang negative yaitu nasionalisme jahiliyah dan nasionalisme kolonial. Wallahu’alam.

Oleh Ustadz Ahmad Bisyri, MA.
Konsultan Waris Zaid Bin Tsabit Waris Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *