masalah ziarah kuburMasalah Ziarah Kubur – Melakukan ziarah kubur telah menjadi hal sering dikerjakan oleh ummat islam. Ziarah kubur adalah pekerjaan yang diperintahkan dan mendapatkan legalitas dalam ajaran islam.

Ziarah kubur adalah melakukan kunjungan ke kubur untuk mengingat kembali akan orang yang kuburnya dikunjungi atas dorongan cinta dan kasih sayang serta penghormatan kepada ahli kubur.

Ada sebuah fenomena dimana sebagian masyarakat muslim Indonesia ada yang membuat acara kolektif tahunan untuk melakukan ziarah kubur para wali Sembilan (walisongo) khususnya menjelang bulan ramadhan. Sebagian lagi dari mereka menyiapkan waktu khusus untuk melakukan ziarah makam keluarga yaitu sebelum ramadhan dan setelah ramadhan.

Bagaimanakah ziarah kubur yang diajarkan dalam islam? Apakah hal yang dibolehkan dan hal yang dilarang dalam melakukan ziarah kubur itu.?

  1. Pasanglah niat untuk ziarah kubur karena perintah rasulullah saw.
  2. Tetapkanlah tujuan untuk mengingat kematian dengan ziarah kubur.
  3. Ucapkanlah salam saat memasuki kompleks pekuburan yang dituju.
  4. Panjatkanlah doa untuk orang yang diziarahi sekaligus untuk seluruh penghuni makam/kompleks kubur.
  5. Yakinlah bahwa orang yang dikubur dapat mendengar doa yang kita panjatakan kepada allah untuk kebaikan mereka sebagaimana yang diinformasikan oleh nabi saw dalam sebuah hadistnya.
  6. Boleh saja membaca surat tertentu dari al-quran sebelum memanjatkan doa.
  7. Melakukan tabur bunga segar di atas kubur
  8. Janganlah meyakini bahwa orang yang sudah wafat dapat mendatangkan kebaikan atau menolak keburukan untuk diri yang masih hidup.
  9. Janganlah meminta sesuatu kebaikan atau meminta dijauhkan dari keburukan oleh mereka yang telah dikubur.
  10. Janganlah menyewa jasa seseorang untuk memanjatkan doa dengan bahasa arab, anda dapat memanjatkan doa dengan bahasa apapun tanpa meragukan untuk diterimanya doa tersebut.
  11. Janganlah duduk di atas sebuah kubur.
  12. Janganlah mengotori kompleks pekuburan.
  13. Wanita haid atau nifas tidak dilarang untuk memasuki kompleks pekuburan.
  14. Berilah penghormatan kepada mereka yang sudah wafat seperti kita menghormati mereka saat hidup.
  15. Janganlah mengait-kaitkan suatu kejadian dengan mereka yang sudah wafat.
  16. Ambillah teladan yang baik dari mereka yang sudah wafat.
  17. Janganlah meyakini keutamaan waktu tertentu untuk melakukan ziarah kubur.

Berikut beberapa dalil yang diperlukan untuk mendukung anjuran di atas :

  1. Mengucapkan salam kepada ahli kubur

عن عائشة أنها قالت كان رسول الله صلى الله عليه و سلم ( كلما كان ليلتها من رسول الله صلى الله عليه و سلم ) يخرج من آخر الليل إلى البقيع فيقول السلام عليكم دار قوم مؤمنين وأتاكم ما توعدون غدا مؤجلون وإنا إن شاء الله بكم لاحقون اللهم اغفر لأهل بقيع الغرقد

Artinya : A’isyah bercerita bahwa rasulullah saw berziarah ke makam baqi’ pada malam hari dan beliau mengucapkan salam untuk ahli kubur.

  1. Menghormati orang yang wafat seperti saat ia hidup

عن مالك أنه بلغه أن عائشة زوج النبي صلى الله عليه و سلم كانت تقول :كسر عظم المسلم ميتا ككسره وهو حي تعني في الإثم

Artinya : aisyah bercerita bahwa nabi saw pernah mengajarkan bahwa mematahkan tulang mayit sama dosanya dengan mematahkan tulang orang yang hidup. (HR.Malik)

  1. Meletakkan dahan yang masih segar (tabur bunga segar) di atas kubur.

عن ابن عباس قال مر رسول الله صلى الله عليه و سلم على قبرين فقال أما إنهما ليعذبان وما يعذبان في كبير أما أحدهما فكان يمشي بالنميمة وأما الآخر فكان لا يستتر من بوله قال فدعا بعسيب رطب فشقه باثنين ثم غرس على هذا واحدا وعلى هذا واحدا ثم قال لعله أن يخفف عنهما ما لم ييبسا

Artinya : ibnu Abbas bercerita bahwa rasulullah saw saat menziarahi kubur meminta dahan pohon yangmasih segar kemudian beliau letakkan di atas kubur dan bersabda: semoga allah swt meringankan si mayit yang sedang di siksa di kubur ini.(HR.Muslim)

  1. Memohon ampunan untuk si mayit

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ فَقَالَ « اسْتَغْفِرُوا لأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ فَإِنَّهُ الآنَ يُسْأَلُ ».

Artinya : Ustman bin Affan bercerita bahwa rasulullah saw saat penguburan jenazah beliau berdiri sejenak lalu bersabda: beristighfarlah untuk saudara kalian da doakanlah ia karena saat ini ia sedang menghadapi pertanyaan malaikat. (HR. Abu Daud)

  1. Mengingat akan kematian

عن أنس بن مالك قال : مر النبي صلى الله عليه وسلم بقوم من الأنصار يضحكون ، فقال : « أكثروا ذكر هادم اللذات »  Artinya : anas bin Malik bercerita : nabi saw melihat sekelompok orang ansor sedang tertawa berderai lalu bersabda: perbanyaklah mengingat pemusnah kenikmatan (kematian) (HR. tirmizi dan tobroni)

Apakah ada hari tertentu untuk ziarah kubur?

Sebagian masyarakat kita melakukan ziarah kubur pada saat menjelang bulan ramadhan dan pasca iedul fitri yaitu tanggal 2 syawwal. Mereka menjadikan hal itu sebagai kebiasaan/tradisi tahunan. Sebagian orang menyangka bahwa tradisi seperti itu memang ada dalam ajaran islam dan sebagian yang lain melakukan hal itu karena masalah kesempatan saja.

Dalam sejarah kehidupan nabi Muhammad saw tidak saya temukan adanya kebiasaan nabi saw dalam melakukan ziarah kubur, terkadang beliau berziarah pada waktu siang dan terkadang juga pada waktu malam.

Begitu juga dalam hadist-hadist yang berbicara tentang legalitas ziarah kubur, saya tidak menemukan adanya afdoliyah/prioritaswaktu tertentu dalam melakukan ziarah kubur. Setiap muslim dapat melakukan ziarah kubur kapan saja tanpa harus merasa berdosa jika yang dilakukan tidak sama dengan tetangganya dalam hari berziarah.

Tradisi berziarah makam/kubur wali songo.

Wali songo adalah para ulama Indonesia di masa lalu yang dipandang telah mencapai derajat waliyullah/orang yang dekat dengan Allah swt. Mereka telah diakui memiliki jasa atas penyebaran agama islam di Indonesia khususnya di pulau jawa. Para ulama tersebut masing-masing memiliki peninggalan sejarah seperti masjid dan pesantren.

Sebagian masyarakat muslim Indonesia meyakini bahwa berziarah ke makan wali songo itu membawa keberkahan dalam hidup mereka. Mereka siap untuk menempuh perjalanan jauh yang melelahkan, sebagian besar dari pulau jawa namun ada juga yang datang dari Sumatra dan pulau lain di luar jawa.

Fenomena berziarah kubur semacam inilah yang mengundang diskusi hangat di tengah masyarakat muslim. Permasalahan yang mencuat adalah bolehkan seseorang ber-tawassul melalui orang soleh yang sudah meninggal?

Bertawassul artinya menjadikan sesuatu sebagai perantara untuk terkabulnya permohonan doa. Seseorang yang bertawassul melakukan pujian terhadap orang soleh lalu berdoa kepada Allah swt agar mengabulkan doanya lantaran kesolehanorang tersebut.

Mu’allim KH. Muhammad syafi’I Hadzami dalam buku “taudihul adillah”jilid ke  6 halaman 40 saat menjawab pertanyaan no 114 dari penertbit menara kudus, menyatakan bahwa hal itu boleh dilakukan dengan alasan bahwa yang dijadikan dasar tawassulnya adalah amal soleh yang dilakukan oleh orang tersebut. Beliau menyatakan : “bahwa bertawassul dengan alim ulama, bertawassul dengan para auliya adalah pada hakekatnya bertawassul dengan amal soleh mereka dan keutamaan mereka karena seorang ibu tidaklah menjadi utama kecuali dengan sebab amal mereka.”

Saya ingin mendiskusikan pernyataan mu’allim KH.Moh.Syafi’I Hadzami di atas tanpa mengurangi mahabbah saya terhadap beliau dengan mengatakan bahwa manfaat amal soleh yang dinyatakan oleh al-quran dan sunnah adalah untuk diri pribadi orang yang melakukannya atau untuk keluarga orang tersebut karena amal soleh ibu hanya bermanfaat untuk diri si ibu itu sendiri dan anak keturunannya namun tidak bermanfaat untuk orang lain.

Adapun istidlal beliau dengan bertawassul dengan nabi Muhammad saw tentu tidak tepat jika dijadikan sebagai landasan bertawassul kepada orang soleh karena derajat nabi Muhammad saw berada diatas derajat orang lain yang dianggap soleh, begitu juga istidlal beliau dengan tawassulnya Umar bin Khottob dengan paman rasulullah saw Al-Abbas tidak tepat untuk menjadi landasan bertawassul dengan orang yang dianggap soleh karena para sahabat nabi saw telah diakui kesolehan mereka di dalam al-quranul kariim (at-taubah: 100). Apakah orang yang kita anggap soleh telah dianggap soleh pula oleh Allah swt?? Bagaimana mungkin kita menyamakan derajat kesolehan non sahabat nabi dengan kesolehan para sahabat nabi saw??

Selain itu juga tidak ada pernyataan al-quran dan sunnah yang menguatkan argumentasi mu’allim yang beliau kutip dalam kitab tersebut.

Berikut kutipan ayat dan hadist yang mengakui manfaat amal soleh seseorang hanya untuk dirinya dan keluarga keturunannya :

  1. Fussilat :46 dan al-jatsiyah: 15 :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا

artinya ; seseorang yang beramal soleh maka hal itu untuk dirinya dan jika ia berbuat buruk/maksiat maka juga kembali pada dirinya.

  1. Al-kahfi :82

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ

Artinya: rumah tua itu adalah milik dua orang anak yang sudah ditinggal mati oleh kedua orang tuanya (yatim), kedua orang tua mereka dahulu adalah orang yang soleh, Allah ingin mempertahankan kepemilikan mereka hingga mereka dewasa nanti sebagai rahmat bagi keduanya atas kesolehan orang tua mereka.

Syekh Nasiruddin al-albany dalam kitab “at-tawassul” jilid 1 halaman 137 telah membantah apa yang dikatakan oleh mu’allim yang hanya kutipan dari ulama terdahulu, beliau mengatakan :

الشبهة السادسة : قياس التوسل بالذات على التوسل بالعمل الصالح :

 هذه شبهة أخرى يثيرها بعض أولئك المبتدعين  زينها لهم الشيطان ولقنهم إياها حيث يقولون : قد قدمتم أن من التوسل المشروع اتفاقا التوسل إلى الله تعالى بالعمل الصالح فإذا كان التوسل بهذا جائزا فالتوسل بالرجل الصالح الذي صدر منه هذا العمل أولى بالجواز وأحرى بالمشروعية فلا ينبغي إنكاره . والجواب من وجهين :

 الوجه الأول : أن هذا قياس والقياس في العبادات باطل  ، وما مثل من يقول هذا القول إلا كمثل من يقول : إذا جاز توسل المتوسل بعمله الصالح – وهو بلا شك دون عمل الولي والنبي – جاز أن يتوسل بعمل النبي والولي وهذا وما لزم منه باطل فهو باطل

 الوجه الثاني : أن هذه مغالطة مكشوفة لأننا لم نقل – كما لم يقل أحد من السلف قبلنا – أنه يجوز للمسلم أن يتوسل بعمل غيره الصالح وإنما التوسل المشار إليه إنما هو التوسل بعمل المتوسل الصالح نفسه فإذا تبين هذا قلبنا عليهم كلامهم السابق فقلنا : إذا كان لا يجوز التوسل بالعمل الصالح الذي صدر من غير الداعي فأولى ثم أولى ألا يجوز التوسل بذاته وهذا بين لا يخفى والحمد لله

Substansi keterangan syiekh al-bany : argumentasi seperti itu adalah qiyas dalam ibadah yang tidak diakui keabsahannya oleh ulama, begitu juga jika bertawassul dengan kesolehan seseorang dianggap benar, maka lebih baik bertawassul dengan kenabian sseseorang, namun hal ini tidak ada pengakuannya dari ulama. Yang dibenarkan dalam tawassul itu adalah bertawassul dengan amal soleh yang dilakukan sendiri oleh seseorang dan bukan amal soleh yang dilakukan oleh orang lain.

Dengan diskusi ini semoga fikiran dan hati kita telah terbuka bahwa berziarah ke makam wali songo adalah legal dan dibenarkan namun ziarah walisongo tidak untuk bertawassul dengan kesolehan mereka namun untuk mendoakan mereka agar Allah swt mengampuni kesalahan dan dosa mereka serta menempatkan mereka di surgaNya yang nyaman.

Yakinlah para pembaca yang budiman bahwa dengan mendoakan kebaikan buat mereka atau orang lain maka malaikat akan mendoakan kita seperti kita mendoakan saudara kita se-iman sebagaimana yang dijanjikan oleh nabi saw.

إذا دعا المرءُ لأخيه بظهر الغيبِ قالت الملائكةُ آمين ولك مثلُه HR.Al-Bazzar dari Anas bin malik.

Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *