Masalah Sholat Jumaat – Tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu Islam Tradisi dan Tradisi Islam yang diambil dari Buku Fiqih Tradisi Karya Ustadz Ahmad Bisyri, Lc, MA.

Definisi kata jum’at

Kata jum’at berasal dari bahasa arab yang berarti :Perkumpulan. Disebut dengan hari jum’at karena beberapa latar belakang yaitu:

  1. Perkumpulan banyak orang.
  2. Penggabungan kebaikan di dalamnya.
  3. Pertemuan adam dan hawa di bumi.
  4. Pengumpulan unsur-unsur penciptaan adam.

Hari  jum’at dinamakan juga dengan hari rahmat.

Definisi sholat jum’at

Sholat jum’at adalah sholat wajib yang diadakan pada hari jum’at secara berjamaah yang di dahului dengan dua khutbah.

Keterangan definisi:

  1. Sholat jum’at hukumnya wajib tanpa kontroversi.
  2. Sholat jum’at wajib berjamaah tanpa kontroversi.
  3. Sholat jum’at wajib di dahului khutbah tanpa kontroversi.

Landasan hukum dan pengecualiannya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Al-jumuah :9

Substansinya:

  1. Allah swt menyeru seluruh mukmin untuk sholat jum’at.
  2. Mukmin wajib berusaha maksimal agar mendatangi dan mengikuti sholat jum’at.
  3. Mukmin wajib tinggalkan bisnis dan kesibukan transaksinya guna melaksanakan sholat jum’at.

Pengecualian Dari Ayat

عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ طَارِقُ بْنُ شِهَابٍ قَدْ رَأَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَلَمْ يَسْمَعْ مِنْهُ شَيْئًا.(HR. abu daud, hakim,al-baihaqi)

عبد الرزاق عن معمر عن ابن طاووس عن أبيه قال : ليس على المسافر جمعة.

عبد الرزاق عن عبد الله بن عمر عن نافع عن ابن عمر قال : كان لا يغتسل يوم الجمعة في السفر ، وكان يقول : ليس للمسافر جمعة

Artinya:

Sholat jum’at hukumnya wajib bagi seluruh ummat islam kecuali 5 orang yaitu:

  1. wanita.
  2. Budah belian.
  3. Orang sakit.
  4. Anak kecil yang belum baligh.
  5. Musafir

Sejarah sholat jum’at

  1. Sholat jum’at disyariatkan di makkah sebelum hijrah.
  2. Sholat jum’at belum bisa dilaksanakan di makkah saat turun perintah.
  3. Sholat jum’at pertama kali dilaksanakan di madinah oleh Mus’ab bin Umair dan as’ad bin zuroroh.

Status kewajiban sholat jum’at

Sholat jum’at adalah kewajiban independen dan bukan alternatif untuk sholat zuhur. Alasannya:  Memiliki dalil yang independen (qs.jumuah:10)

GENERAL RULE

  1. Menyegerakan untuk berada di masjid untuk sholat jum’at.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله قال  : ( من اغتسل يوم الجمعة غسل الجنابة ثم راح فكأنما قرب بدنة ومن راح في الساعة الثانية فكأنما قرب بقرة ومن راح في الثالثة فكأنما قرب كبشا أقرن ومن راح في الساعة الرابعة فكأنما قرب دجاجة ومن راح في الساعة الخامسة فكأنما قرب بيضة فإذا خرج الإمام حضرت الملائكة يستمعون الذكر ) HR. BUKHORI

Artinya : jika seseorang mandi pada hari jumat sebagaimana ia mandi jinabah lalu ia berangkat pada awal waktu maka ia mendapat pahala menyembelih seekor onta, jika ia berangkat lebih siang maka ia mendapat pahala seperti menyembelih seekor sapi, jika ia berangkat lebih siang lagi maka ia mendapat pahala seperti menyembelih seekor kambing, jika ia berangkat lebih siang maka ia mendapat pahala seperti menyembelih seekor ayam, jika ia berangkat lebih siang lagi maka ia mendapat pahala seperti member sebuah telur, jika imam sudah menuju mimbar maka berdatanganlah malaikat mendengarkan khutbah. (HR.Bukhori)

  1. Mandi untuk sholat jum’at.
  2. Memakai pakaian bagus.
  3. Memakai wewangian.
  4. Tidak bicara saat khutbah berlangsung.
  5. Mendengarkan khutbah dengan serius dan tidak mengantuk atau tidur.
  6. Berniat i’tikaf di masjid.
  7. Banyak berzikir dan tilawah qur’an menjelang jum’at.

Bersambung Pada tulisan selanjutnya “Kasus-Kasus Sholat Juma’at”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *