Pengertian ied

masalah sholat iedIed di dalam bahasa arab artinya pengulangan. Secara uruf kebiasaan manusia, mereka akan mengulang perayaan sebuah hari yang mereka besarkan. Sehingga secara uruf ied diterjemahkan hari raya.

Dalam ajaran islam hari raya ada dua macam yaitu hari raya idul fitri dan hari raya idul adha. Hari raya iedul fitri berarti hari di mana masyarakat muslim kembali berbuka/tidak berpuasa setelah menjalankan kewajiban puasa ramadhan. Sedangkan hari raya iedul adha berarti hari di mana masyarakat muslim kembali menjalankan perintah untuk menyembelih hewan udhiyah. Inilah dua hari yang dibesarkan dalam teks-teks hadist nabi Muhammad saw.

Definisi sholat ied dan jenisnya

Sholat iedul fitri adalah sholat dua rakaat yang dilaksanakan setelah masyarakat meyakini akan terbitnya hilal/bulan baru dari bulan syawwal. Sholat iedul fitri ini dil;aksanakan pada pagi hari pada waktu duha tepatnya saat matahari mulai terbit atau sekitar jam 06.00-07.00. Sholat iedul fitri dilaksanakan secara berjamaah baik pria atau wanita atau anak anak kecil. Nabi saw memerintahkan agar wanita haid maupun nifas ikut keluar meramaikan acara sholat iedul fitri ini walaupun tidak melaksanakan sholatnya.

Sholat iedul fitri dilaksanakan di tanah lapang (lapangan terbuka) kecuali ada halangan (hujan) maka dilaksanakan di masjid. Perlu difahami oleh pembaca bahwa kalimat “musholla” yang tersebut dalam hadist nabi saw tentang sholat ied ini berarti lapangan terbuka dan bukan jalan raya/jalan umum. Tidak dapat dibenarkan bagi ummat islam untuk menggelar sholat iedul fitri/iedul adha di jalan raya/jalan umum dengan menutup dua sisi jalan tersebut dan mengalihkan kendaraan ke jalan lain. Nabi saw sangat melarang ummat islam untuk menghambat akses jalan umum walaupun dengan duri kecil saja. Rasulullah saw melarang duduk-duduk dijalan umum dengan alasan apapun. Bagaimana mungkin masyarakat kita merasa benar saat menutup/menghambat akses jalan dengan alasan bahwa jalan dipakai untuk sholat ied..??

عن أبي هريرة قال  : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم الإيمان بضع وستون شعبة فأفضلها قول لا إله إلا الله وأدناها إماطة الأذى عن الطريق والحياء شعبة من الإيمان

Arinya: Abu Hurairah bercerita bahwa nabi saw bersabda: ada enam puluhan tingkatan keimanan seseorang, yang tertinggi adalah mengucapkan dengan keyakinan kalimat tauhid dan yang terendah adalah menyingkirkan hambatan di jalan umum. (HR. Bukhori dan Muslim)

Jika kita fahami hadist di atas maka kita akan selalu peduli dengan kelancaran jalan umum. Kita akan menyingkirkan hambatan sekecil apapun yang kita temukan di jalan umum. Tingkat keimanan kita yang paling rendah adalah membuat jalan umum dapat digunakan tanpa hambatan. Cukuplah hadist di atas menjadi pegangan kita untuk tidak menyelenggarakan sholat ied di jalan umum.

Saya sangat menyesalkan sebagian pengurus masjid yang menutup masjidnya dan menggelar sholat ied mereka di jalan umum yang ramai dengan asumsi mengikuti sunnah rasulullah saw. Apakah pengurus masjid itu tidak bisa membedakan antara lapangan terbuka dengan jalan umum/jalan raya.??

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ » . فَقَالُوا مَا لَنَا بُدٌّ ، إِنَّمَا هِىَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا . قَالَ « فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا » قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ قَالَ « غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الأَذَى ، وَرَدُّ السَّلاَمِ ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ »

Artinya : Abu Said bercerita bahwa nabi saw pernah menegur sekelompok orang yang duduk-duduk sambil ngobrol di jalanan: janganlah kalian duduk-duduk di jalanan.! Orang-orang itu balik berkata membela diri: kami tidak punya tempat santai untuk mengobrol. Nabi saw menjelaskan: jika begitu, maka berikanlah pengguna jalan hak mereka. Mereka bertanya: apa hakpengguna jalan? Rasul menjawab: selain membiarkan mereka melewati jalan, kalian harus: ghoddul bashor (jaga pandangan), jaga lidah, jawab salam, lakukan kebaikan dan cegah kemungkaran. (HR.Bukhori)

Landasan hukum & tata cara sholat ied

Adapun tata cara sholat ied adalah :

  1. Jumlah rokaatnya dua rokaat.
  2. Ada tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua.
  3. Membaca alfatehah di setiap rakaatnya
  4. Membaca tasbih,tahmid dan takbir di sela-sela takbir.
  5. Membaca surat setelah alfatehah seperti al-a’la, al-ghosyia,qoff,iqtaroba atau lainnya.
  6. Imam menyampaikan khotbah/pidato setelah sholat ied.
  7. Sholat ied dilaksanakan tanpa azan dan iqomah.
  8. Sholat dilaksanakan di tanah lapang.

Berikut saya sampaikan beberapa dalil pelaksanaan ied yang dikerjakan oleh rasulullah saw dan para sahabat:

Tidak ada azan dan iqomah untuk sholat ied.

عَنْ طَاوُسٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَلَّى الْعِيدَ بِلاَ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ أَوْ عُثْمَانَ شَكَّ يَحْيَى.

Artinya : dari thowus dari ibnu Abbas bercerita bahwa rasulullah saw melaksanakan sholat ied tanpa azan, tanpa iqomah, begitu juga Abu Bakar, Umar dan ustman setelah beliau. (HR.Abu Daud)

Mendengarkan khutbah ied hukumnya sunnah/dianjurkan.

عَنْ عَطَاءٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ السَّائِبِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الْعِيدَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْصَرِفَ فَلْيَنْصَرِفْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُقِيمَ لِلْخُطْبَةِ فَلْيُقِمْ

Artinya: dari ‘Atho dari Abdullah bin Saib bercerita bahwa nabi saw bersabda saat pelaksanaan sholat ied: siapa yang ingin beranjak dari tempat duduknya silahkan dan siapa yang ingin mendengarkan khutbah juga dipersilahkan. (HR.Nasa’i)

Waktu sholat ied sangat pagi (awal nahar)

عَنْ إِيَاسِ بْنِ أَبِى رَمْلَةَ قَالَ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ سَأَلَ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ قَالَ نَعَمْ صَلَّى الْعِيدَ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ.

Artinya : zaid bin arqom bersaksi di hadapan Mu’awiyah bahwa nabi saw melaksanakan sholat ied pada pagi hari (awal nahar) lalu member rukhsoh untuk tidak melaksanakan sholat jum’at. (HR.Nasa’i)

Tempat sholat ied di lapangan terbuka (jika ada)
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَلَّى الْعِيدَ بِالْمُصَلَّى مُسْتَتِرًا بِحَرْبَةٍ

Artinya: Anas bin Malik bercerita bahwa nabi saw melaksanakan sholat ied di lapangan terbuka (musholla) dengan sutroh sebuah tombak.(HR.Ibnu Majah)

Demikianlah uraian singkat sebagai kelengkapan dan pengingat bagi masalah sholat ied agar dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

Wallahu’alam.

Ustadz Ahmad Bisyri Lc, MA.
Konsultan & Pendiri Lembaga Zaid BIn Tsabit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *