Motivasi Waris Islam (3)
Oleh : Ustadz Ahmad Bisyri,MA
(Konsultan Waris Zaid bin Tsabit Waris Center)

Konsep Nafkah Kepada Istri Dalam Islam  – Banyak orang menyangka bahwa masalah pembagian warisan tidak berhubungan dengan masalah keluarga lainnya. Persepsi itu tidak sesuai dengan realita dalam pembagian warisan.Karena masalah nafkah istri sangat terkait dengan pembagian warisan. timbulnya persepsi harta bersama atau gono gini disebabkan pemahaman dalam soal nafkah belum sempurna.

Seorang istri telah merasa “berjasa” dalam ” memakmurkan” suaminya, sedangkan ia belum diberikan nafkah yg cukup. Nafkah hanya di fahami dengan uang belanja yg habis dimakan bersama sehingga istri tidak memiliki simpanan materi yg menjadi kekayaan pribadinya.

Dengan demikian dimunculkanlah ide harta bersama karena hidup bersama dan harus makmur bersama.

Kata kunci memberi nafkah istri di sebut dalam al quran dengan istilah “Bil Ma’ruf” artinya secara wajar.
Oleh karena itu istri berhak mendapatkan nafkah untuk pribadinya sebagaimana jika ia bekerja dan tidak menjadi istri.

Saya tidak pernah mendapatkan ayat quran atau hadist yg memerintahkan untuk membagi dua (50% & 50%) antara suami dan istri sebelum membagi warisan suami yg wafat.

Oleh karena itu saya mengajak kepada para suami untuk memberikan nafkah kepada istrinya secara wajar sesuai dengan realita kehidupan yg normal.

Wanita bisa punya kekayaan dengan status istri dan ibu rumah tangga tanpa harus menjadi karyawan atau pegawai.

Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *