أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلا هُدىً وَلا كِتَابٍ مُنِيرٍ) (لقمان   (20:

Pembukaan

Kejadian demi kejadian luar biasa terus dipertontonkan di hadapan bangsa Indonesia.

  1. Lumpur panas di kabupaten Sidoarjo hingga kini terus menyembur dengan sangat kuatnya hingga memaksa penduduknya untuk menyingkir jauh tanpa dapat kembali lagi.
  2. Lumpur dingin dan gas beracun di kalimantan selatan juga menyembur kuat ikut meramaikan ketakutan masyarakat sekitarnya.
  3. Gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatra utara serta Yogykarta dan Jawa tengah masih menyisakan trauma bagi bangsa ini.
  4. Banjir besar Jakarta, Tangerang dan Banten
  5. Angin piting peliung dan longsornya perbukitan dan tebing di beberapa daerah di Indonesia.
  6. Gempa tektonik di Sumatra Barat,
  7. Belum lagi serentatan kecelakaan kereta api (tergelincirnya KA.Bengawan), kecelakaan lalu lintas jalan raya, kecelakaan kapal laut (tenggelamnya KM. Senopati, terbakar dan tenggelamnya KM Levina I) dan kecelakaan pesawat udara (hilangnya pesawat AdamAir, hard lending Adam Air serta Turbulensi dan terbakarnya pasawat Garuda Indonesia).

Keajaiban Taskhir atau Memahami Fenomena Alam Semesta

Lengkaplah ketakutan kita dari berbagai sisi kehidupan, tinggal diperbukitan kita takut longsor, di dataran rendah kita takut banjir, angir putting beliung dan gempa bumi, naik pesawat kita takut jatuh, naik kapal laut kita takut tenggelam, naik mobil dan kereta kita takut tergelincir dan ketakutan lainnya yang datang tanpa ada yang mampu mengetahui kehadirannya, malam hari, pagi hari, siang hari, sore hari atau kapan saja……

Benarkah hal itu semua hanya sekedar fenomena alam..? ataukah sekedar keteledoran manusia (human error) secara tekhnis..?

Penulis ingin mencoba mengajak kita semua untuk memahami fenomena dan kejadian disekitar kita lewat penjelasan gamblang yang telah Allah swt uraikan dalam kitab suci Al-quran dan sunnah nabi Muhammad saw.

Makna dan fenomena tasykhir

Kosa kata taskhir berasal dari bahasa arab yang berarti penjinakan atau penundukan. Taskhir di dalam istilah al-quran adalah Penundukan dan penjinakan seluruh benda dan makhluk yang ada dilangit dan bumi yang dilakukan oleh Allah swt sebagai fasilitas bagi kehidupan manusia.

Dengan taskhir itu manusia dapat mengelola seluruh bagian bumi dan juga jagat raya.

Manusia dapat menangkap ikan di laut, mereka juga dapat mengekploitasi minyak dan gas di lepas pantai, mereka juga bisa bermain dan bersenang-senang dengan segala jenis permainan pantai dan lautan.

)وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْماً طَرِيّاً وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ) (النحل:14)

Artinya : Dialah Allah yang telah menjinakkan lautan luas agar kalian dapat mengkonsumsi ikan-ikan segar dan dapat mengambil banyak perhiasan untuk dipakai, kalian juga dapat menyaksikan kapal-kapal laut berlayar di permukaannya sehingga kalian dapat menikmati karunia Allah sehingga kalian mensyukurinya.

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ) (الزخرف:13)

Artinya : maha suci Allah yang telah menjinakkan untuk kami perjalanan ini dan tidak ada andil kami sedikitpun di dalamnya.

Dengan taskhir manusia dapat membangun di atas daratan/tanah, mereka dapat bercocok tanam, mereka dapat berkendara dengan nyaman dan tenang, mereka dapat tidur dengan nyenyak, mereka dapat bersenang-senang di daratan.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ    (الحج:65)

artinya : tidakkah kalian lihat bahwa Allah menjinakkan daratan dan tanah.

Dengan taskhir manusia dapat menerbangkan satelit di angkasa berkomunikasi jarak jauh, mereka dapat menerbangkan pesawat dan balon mereka dan mereka dapat bersenang-senang dengan permainan udara.

وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَحِيمٌ) (الحج:65)

Artinya: Dialah Allah yang mengendalikan angkasa dan memegang langit yang luas agar tidak terhempas ke bumi. Semua itu terjadi dengan izinNya seseungguhnya Allah maha penyayang.

Tanpa adanya taskhir tidak mungkin manusia dapat membangun rumah/gedung di atas tanah, dapat mencari makan di lautan luas, dapat berkomunikasi jarak jauh dengan tekhnologi telephon. Ketinggian ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Allah kepada manusia tidak akan bisa bekerja jika sarana aplikasi ilmu pengetahuan tersebut tidak dijinakkan terlebih dahulu oleh Allah swt.

Namun demikian, fasilitas taskhir yang disiapkan Allah swt sebagai sarana kehidupan manusia sangat bergantung dengan ketundukan manusia itu sendiri kepada sang pencipta ,Allah swt. Jika manusia tunduk kepada Allah swt maka Ia akan menjinakkan seluruh makhluqNya kepada manusia, begitu juga sebaliknya jika manusia ingkar dan menentang Allah swt maka seluruh makhluq Allah pun akan menjadi liar dan enggan mendukung program dan keinginan manusia.

Begitulah kekuasaan Allah dan kebesaranNya, segala apa yang ada di langit dan di bumi adalah milikNya dan hanya tunduk kepadanya.

Ada satu hal lagi yang masih mengganjal hati kita, sebuah pertanyaan terlontar..jika kekufuran menyebabkan musibah dan bencana serta azab Allah swt.., kenapa mereka yang jelas-jelas kafir yang berada di barat dan eropa tidak mendapatkan gejala kekafiran mereka..?? kenapa mereka justru mendapatkan fasilitas yang dalam hidup mereka, mereka dapat membangun dengan tenang, dapat bermain dan bersenang-senang dengan tenang..??

Menjawab keheranan tersebut cukuplah bagi kita untuk merujuk pada beberapa ayat al-quran yang menjelaskan itu semua sehingga kita tidak tertipu.:

)وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ) (النحل:61)

Artinya : dan seandainya Allah menghukum setiap kezaliman manusia sekaligus maka kamu tidak akan melihat kehidupan di muka bimi ini, namun Allah sengaja menunda hukuman sebagian manusia sampai waktu yang telah ditentukan, dan jika waktu itu telah tiba mereka tidak akan dapat menghindar ataupun memnundanya.

)وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيراً) (فاطر:45)

Artinya : dan seandainya Allah menghukum kezaliman setiap manusia secara langsung, maka kamu tidak akan menemukan kehidupan lagi di muka bumi, namun sebagian kezaliman tersebut sengaja ditunda kejadiannya hingga waktu tertentu, dan jika waktu tersebut dating maka tidak akan meleset sedikitpun karena Allah maha melihat hamba-hambaNya.

)وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ) (ابراهيم:42)

Artinya : janganlah kamu menyangka bahwa Allah itu  lengah terhadap kezaliman seorang hamba, (pembiaran mereka hanyalah) penundaan hukuman hingga hari kiamat.

Ayat-ayat tersebut membuka mata kita untuk tidak berperasangka buruk kepada Allah swt . Allah swt akan menunjukkan kebesarannya di hadapan seluruh hambanya baik di dunia ataupun di akherat nanti.

Taubat dan Taskhir

Tunduk kepada Allah menjadikan semua makhluk tunduk kepada manusia sehingga mereka dapat menjalankan kehidupan dengan baik. Sebaliknya mengingkari ajaran Allah swt membuahkan kemurkaan Alam terhadap manusia sehingga mereka dirundung kesulitan dalam kehidupannya.

Oleh karena itu, tidak ada jalan lain di hadapan kita kecuali mengembalikan ketundukan kita kepada Allah swt dengan bertaubat dan menjalankan perintah, arahan dan petunjukNya serta tidak lupa meninggalkan dan menjauhi laranganNya.

Jika diantara kita ada pejabat maka jadilah pejabat soleh yang dapat membedakan mana kepentingan pragmatis dan kepentingan rakyat, jika diantara kita ada pengusaha maka jadilah pengusaha soleh yang tidak menghalalkan segala cara dalam mengejar target keuntungan perusahaannya, jika kita hanya rakyat biasa maka sadarilah bahwa bencana dan kehancuran hanyalah akibat kelakuan kita sendiri.

)وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ) (القصص:77)

)ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ) (الروم:41)

Perhatikanlah arahan Allah dalah masalah ini :

)وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ) (هود:52)

)وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ) (هود:3)

)فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً) (نوح:10) )يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً) (نوح:11)

Demikianlah uraian singkat  ini kami sampaikan dengan harapan semoga kita semakin memahami kehidupan ini dengan memahami penjelasan dari pencipta kehidupan ini. Amin.

Ustadz Ahmad Bisyri, Lc, MA
Konsultan & Pendiri Lembaga Konsultan Waris Zaid Bin Tsabit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *