Jangan Bosan Menjadi Orang Baik – Menjadi orang baik itu ukurannya adalah konsisten melakukan kebaikan yang direkomendasikan oleh ajaran islam (fussilat 30 dan al-ahqof: 13). Orang baik bukanlah orang yang merasa baik. Bukan juga orang yang dianggap baik oleh komunitas jahat (al-maidah :51 dan al-anfal:73). Bukan juga orang yang pernah berbuat baik lalu meninggalkannya. (HR.Bukhori dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash)

عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال : قال لي رسول الله صلى الله عليه و سلم ( يا عبد الله لا تكن مثل فلان كان يقوم الليل فترك قيام الليل )

Artinya : wahai abdullah…janganlah kamu meniru si fulan itu…dulu dia rajin sholat malam namun sekarang tidak pernah sama sekali..

Jangan Bosan Menjadi Orang Baik

Contoh: Jika seseorang memberikan sebatang rokok kepada seorang perokok maka orang itu akan dianggap baik oleh perokok, hal ini bukanlah berbuat baik. Jika seorang sopir mengantar tuannya ke tempat perzinahan untuk berzina maka itu bukanlah berbuat baik. Pekerjaan itu dianggap baik oleh pelaku maksiat sementara pekerjaan itu tidak direkomendasikan oleh syariat sebagai perbuatan baik. Bahkan, termasuk sebagai perbuatan yang terlarang. (al-maidah: 2)

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ

Artinya: dan..saling membantulah kalian dalam kebajikan dan taqwa namun janganlah kalian saling membantu dalam dosa dan sengketa.

Orang yang berbuat baik sesekali saja atau saat event-event tertentu atau jika ada kepentingan pragmatis saja tidaklah pantas disebut sebagai orang baik. Dalam bahasa politik terkini perbuatan baik yang bersifat temporer dan kondisionil serta tidak kontinyu disebut dengan PENCITRAAN. Sedangkan dalam bahasa agama disebut dengan riya atau syirik kecil. Pelaku kebaikan yang bersifat pencitraan tidak akan mendapat point pahala dari Allah swt.

Bagi masyarakat umum jangan salah dalam menilai seseorang itu sebagai orang baik. Seperti saat kampanye merebut kursi presiden, atau kursi legislative, banyak kebaikan yang ditunjukkan sang calon di hadapan masyarakat. Jika masyarakat menganggap para calon tiu adalah orang baik maka mereka akan tertipu.

Bagi para aktifis hendaknya melakukan setiap kebaikan secara kontinyu, tidak kenal musim, tidak kenal tempat, tidak kenal obyek. Marilah berbuat baik tanpa menunggu pujian dan pengakuan orang lain.

Sebagai manusia yang penuh kelemahan kita tentu akan merasakan capek dan lelah dalam melakukan suatu pekerjaan, termasuk juga lelah dalam berbuat baik. Contoh: seseorang yang menasehati orang lain namun tidak di turuti, seringkali mengeluh dan berkata: saya sudah capek menasehati dia, sudahlah saya malas menasehatinya lagi….

Jika hal seperti itu menimpa diri kita marilah kita baca dan ambil pelajaran dari hadist berikut ini:

قَالَ -صلى الله عليه وسلم- « فَإِنَّ لِكُلِّ عَابِدٍ شِرَةٌ وَلِكُلِّ شِرَةٍ فَتْرَةٌ فَإِمَّا إِلَى سُنَّةٍ وَإِمَّا إِلَى بِدْعَةٍ فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّةٍ فَقَدِ اهْتَدَى وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ ».

HR.Ahmad

Artinya: semangat seseorang dalam berbuat itu ada puncaknya, jika telah mencapat puncaknya niscaya akan mengendur lagi semangat itu, jika semangat itu mengendur dan ia tetap konsisten dengan sunnah nabi maka orang itu berada di jalan yang benar, namun jika ia keluar dari ajaran nabi saat semangatnya mengendur maka ia akan binasa..

Nabi saw mengajarkan kepada kita untuk tetap konsisten dengan ajaran islam dalam segala kondisi. Saat kita muda, saat sudah tua, saat sehat, saat sakit, saat kaya, saat miskin, saat senang dan saat susah. Janganlah kita bosan dengan perbuatan baik yang kita lakukan. Janganlah kita melakukan maksiat dengan alasan refresing dari perbuatan baik. Contoh: kita cuci mata yuk (lihat-lihat aurat wanita) capek  nih belajar terus..

Begitu juga nabi saw mengajarkan agar tetap konsisiten berbuat baik walaupun mendapat cercaan dari komunitas maksiat. Apalagi di zaman kita sekarang dimana komunitas  kafir dan musyrik serta munafik dan fasik menguasai pemerintahan, menguasai media public, menguasai fasilitas dan kebutuhan hidup, serta menguasai financial.

Mereka merendahkan orang mukmin yang berbuat baik. Mereka tidak menghargai prestasi yang di capai oleh seorang mukmin. Mereka memojokkan orang mukmin yang berbuat baik, mereka memarjinalkan peran-peran kebaikan komunitas mukmin. Di sisi lain mereka membesarkan kesalahan kecil yang dilakukan oleh seorang mukmin.

Apapun kondisinya, kita tetap harus konsisten dengan perbuatan baik. Jangan goyah dengan rayuan dan jangan juga goyah dengan pesakitan dan ancaman.

Ada beberapa kalimat yang sering dilontarkan untuk menggembosi perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang seperti “ah, ga seru”..jika ada acara-acara keilmuan islam. Ada juga yang berseloroh: “ah, ribet banget” jika dijelaskan tentang aturan hidup yang baik.

Mari kita mengingat betapa besar point pahala yang akan kita dapatkan dari perbuatan baik yang kita lakukan. Point-point pahala itu nantinya akan ditukarkan dengan ampunan dan surga yang penuh keninkmatan hidup yang kekal selamanya. Itulah yang dijanjikan oleh allah swt dan janji Allah itu pasti menjadi kenyataan pada saatnya tiba.

Contoh:

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Dalam qs.annisa :13 allah swt menjanjikan kepada sebuah keluarga atau individu yang mau menggunakan ketetapan Allah dari bagian waris dalam pemecahan warisan keluarga maka Allah swt akan memasukkannya ke dalam surga selamanya. Sementara banyak orang yang merendahkan hukum waris islam dan menggantinya dengan hukum lain dalam pembagian warisan keluarga mereka.

Menjadi orang baik memang tidak mudah, banyak godaannya, banyak gangguannya, banyak pahitnya, banyak ancaman dan pelecehannya dari komunitas kafir, musyrik, munafik dan fasik. Tidak kalah hebatnya godaan yang datang dari dalam diri sendiri.

Jangan bosan menjadi orang baik, jangan takut menjadi orang baik, dan jangan kecil hati menjadi orang baik. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *