Islam Tradisi dan Tradisi Islam – Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah tuhan semesta alam. Sholawat teriring salam selalu kupanjatkan kepada junjungan nabi Muhammad saw juga kepada para sahabat beliau para tabi’in dan tabi’ittabiin ila yaumiddin. Amma ba’du.

Akhi, al-ustadz ahmad bisyri Syakur bukanlah sosok yang asing bagi saya, saya telah mengenal sosoknya sejak saya melanjutkan study pasca sarjana program doctoral di Cairo university sekitar tahun 97-98, waktu itu akh bisyri telah menyelesaikan program strata 1nya di di fakultas syariah islamiyah al-azhar university-Cairo.

Saya mengenal akh bisyri ini sebagai sosok yang rajin menuntut ilmu karena saya selalu mendapatkan beliau duduk di majelis kajian mahasiswa setiap kali saya mengisi kajian mahasiswa di berbagai forum mahasiswa Indonesia di kota Cairo dahulu.

Saya mengapresiasi kegigihan akh bisyri ini dalam menuntut ilmu maka saya bersedia menuliskan pengantar untuk buku yang ditulisnya yang berjudul FIQH TRADISI ini.

Ada dua hal yang menarik untuk diangkat dalam ranah keislaman masyarakat Indonesia yaitu islam tradisi dan tradisi islam. Di satu sisi, Islam tradisi berkonotasi negative dan di sisi lain, tradisi islam berkonotasi positif.

Islam Tradisi dan Tradisi IslamIslam tradisi adalah masyarakat muslim yang menjalankan ajaran islam hanya berdasarkan apa yang mereka lihat, mereka dengar dari lingkungan tempat mereka lahir dan dibesarkan tanpa mau memahami dan tanpa berani untuk bersikap kritis terhadap ajaran islam yang diterimanya sejak kecil hingga dewasa.

Mereka menganggap pemahaman ajaran islam yang sudah ditradisikan itu adalah sebagai hal baku dan paling benar. Sikap negative pun muncul kemudian, ada yang bersikap apriori untuk berdiskusi tentang pemahaman islam dari ritual yang telah dikerjakan oleh lingkungannya, ada juga yang bersikap sinis dan beranggapan bahwa semua yang berseberangan dengan pemahaman yang telah mentradisi itu adalah pemahaman yang sesat dan salah serta harus diperangi. Lalu timbullah keresahan dan kerenggangan.

Sedangkan tradisi islam adalah sesuatu yang memiliki landasan kuat dalam ajaran islam yang sudah mendarah daging dan sudah sangat melekat dalam keseharian kehidupan masyarakat islam di Indonesia. Tradisi pulang kampung saat lebaran yang berlandaskan nilai silaturrahim dan birrul walidaini adalah tradisi islam khas Indonesia. Begitu juga dengan tradisi cium tangan terhadap orang tua dan para guru adalah tradisi islam yang berlandaskan ihtirom dzul fadl dan birrul walidain.

Masyarakat Islam tradisionil hendaknya dapat menambahkan wawasan keilmuan mereka sehingga menjadi lebih rasionil dan mampu berdampingan dengan dengan kaum akademis dan para intelektual.

Sedangkan tradisi islam hendaknya terus dikembangkan sehingga mampu mencapai derajat “kaana khuluquhul qur’an” kebiasaan masyarakat yang selalu berlandaskan Al quranul karim dan sunnah nabawiyah.

Buku fiqh tradisi ini adalah salah satu buku yang mencoba dan berusaha agar masyarakat islam tradisionil lebih cerdas dan lebih rasionil sehingga gejolak emosionil mereka dapat dikendalikan dan diminimalisir.

Buku fiqh tradisi ini juga mencoba dan berusaha agar segala pemahaman yang sudah memiliki landasan kuat hendaknya tumbuh menjadi tradisi dan kebiasaan masyarakat muslim Indonesia sehingga semakin kokohlah ajaran islam di Indonesia ini.

Buku ini sangat bagus untuk dibaca dan ditelaah oleh berbagai kalangan -ulama, aktifis dan masyarakat umum- sebagai wawasan keislaman sekaligus sebagai salah satu sumber inspirasi persatuan ummat islam di Indonesia ini khususnya.

Terakhir saya mengucapkan selamat atas terbitnya buku mungil ini, saya mendorong akh bisyri ini agar terus meningkatkan kwalitas keilmuannya untuk kwalitas dakwah islam di masa depan. Semoga Allah swt selalu menyertai anta dalam setiap aktifitas dakwah yang anta lakukan. Waffaqokumullah li’ila’i kalimatihi.

Oleh DR. Surahman Hidayat
Anggota dewan syariah nasional, dsn-MUI dan anggota DPR-RI 2009-2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *