Khutbah Iedul Adha 1439 H
Ustadz Ahmad Bisyri, Lc, MA

BerQurban Untuk Raih Kemenangan

الله أكبر.. الله أكبر الله أكبر الله أكبر …. الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا.

وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ….. يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ.
أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله المبعوث رحمة للعالمين لا نبي بعده. اللهم صل علي سيدنا محمد وعلي ال سيدنا محمد كما صليت علي ابراهيم وعلي ال ابراهيم في العالمين انك حميد مجيد.

أيها المسلمون, أوصيكم واياي نفسي بتقوي الله فقد فاز المتقون
قال تعالي: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
قال تعالي: وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (36)

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ (37) al-hajj: 36-37 :
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hadirin..jamaah idul adha rahimakumullah
Kemenangan adalah dambaan setiap orang dalam hidupnya. Kemenangan adalah impian dalam setiap persaingan.

Kemenangan tidak datang tanpa usaha dan pengorbanan. Kemenangan adalah ajakan islam kepada setiap insan. Meraih kemenangan bukanlah sebuah pemberian cuma-Cuma, dalam arti tidak mungkin diraih tanpa usaha. Meraih kemenangan adalah buah kesungguhan dan kegigihan dalam meniti langkah-langkahnya, mengikuti langkah para pemenang sebelumnya.

Al-quranul karim telah mengajarkan kita tentang langkah langkah menuju kemenangan itu, ajaran kemenangan dalam al-quran bukanlah teori yang mati dan tidak pernah memberi bukti. Begitu juga dengan sunnah nabi Muhammad saw telah mengajarkan langkah-langkah kemenangan itu, tidak hanya perkataan namun juga contoh perbuatan dan pembuktian. Namun, apakah kemenangan yang sedang kita bicarakan ini? Apakah meraih kekayaan materi berarti telah menang dalam hidup ini?

Apakah meraih jabatan publik yang tinggi dan sangat terhormat berarti telah menjadi pemenang dalam hidup ini.?
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hadirin..jamaah idul adha rahimakumullah
Arti kemenangan
Kemenangan dalam bahasa al-quran disebut dengan al-fauz atau al-falaah. Dalam tafsir jalalin al-fauz diartikan dengan keselamatan atau an-najat.

Begitu juga kalimat al-fauz diartikan dengan tercapainya sebuah cita-cita dan keinginan yang tinggi. Kalimat kemenangan dengan ungkapan al-fauz ini telah terulang dalam al-qur’an pada 16 ayat-ayatnya. Sedangkan kalimat falah dalam al-quran terungkap dengan redaksi “yuflihun” dengan arti meraih kebahagiaan Sedangkan abu sa’ud menyamakan arti al-fauz dan al-falaah dalam kitab tafir beliau.

Dari uraian di atas dapatlah kita tarik sebuah kesimpulan bahwa al-fauz dan al-falah yang diterjemahkan kedalam bahasa indonesia dengan kemenangan memiliki arti sebagai berikut:

  • Jika seseorang selamat dari suatu kerugian.
  • Jika seseorang memiliki sebauh obsesi dan ia dapat mewujudkan obsesinya.
  • Jika seseorang telah merasa bahagia dengan keadaannya.

Pengertian kemenangan diatas masih bersifat umum,baik keselamatan, kebahagian ataupun obsesi tinggi di dunia ataupun di akhirat, baik bersifat sementara atau selamanya.

Dalam kenyataan hidup ini tidak ada manusia yang ingin meraih kebahagiaan sementara atau keselamatan sementara. Semua manusia yang berakal hanya menginginkan keselamatan dan kebahagiaan yang kekal abadi tanpa ada kesudahannya (forever).

Jika demikian pengertiannya maka jelaslah peringatan Allah swt dalam al-qur’an bahwa memperoleh kekayaan harta semata atau jabatan publik yang tinggi dan terhormat di dunia ini bukanlah sebuah kemenangan yang sesungguhnya, berapa banyak mereka yang kaya raya di dunia ini namun tidak merasakan kebahagiaan dan hanya merasakan kehampaan walaupun orang lain “menyangka” dirinya telah sukses dan meraih kemenangan.

Apakah kita bisa sepakat bahwa kemenangan yang dicari oleh manusia adalah kemenangan abadi dan bukan sementara?.apakah kita sepakat bahwa kemenangan abadi hanyalah kebahagiaan di akhirat kelak pasca kehidupan dunia ini?

Jika kita sepakat mari kita berkonsentrasi untuk meraih kemenaagan abadi tersebut dengan mempelajari langkah-langkahnya yang diajarkan di dalam al-qur’an dan sunnah nabi Muhammad saw.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Langkah-langkah menuju kemenangan
Al-qur’anul karim sebagai sebuah kitabullah telah mengajarkan manusia akan langkah-langkah untuk meraih kemenangan dalam hidup ini, langkah-langkah tersebut yaitu:

  1. Memegang keimanan dengan kuat.(al-mu’minun:1)
  2. Melakukan pembersihan batin/jiwa. (al-a’la :14 dan as-syams:9)
  3. Tetap bersabar (ali imran:200)
  4. Tetap menjaga persatuan dan kesatuan (ali imran:200)
  5. Selalu bertaqwa (ali imran:200)

MEMEGANG KEIMANAN

Keimanan yang dimaksud adalah memiliki pemahaman yang benar tentang enam perkara yang disebut dengan rukun iman yaitu kepercayaan tentang Allah swt, tentang malaikat, tentang nabi dan rasul, tentang kitab-kitab suci, tentang hari akhir dan tentang kejadian baik atau buruk/qodho dan qadar.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ:

Keimanan bukanlah sekedar pengakuan dengan lidah namun keimanan harus dilengkapi dengan kemantapan hati dan pembuktian aplikatif. Keimanan hanya akan diakui oleh Allah swt jika seseorang telah lulus dalam tahapan-tahapan ujian kehidupan. Sebuah keimanan yang telah melalui proses ujian dan dimiliki oleh seseorang akan membawanya untuk meraih kemenangan.

Orang yang beriman akan selalu berbahagian jika dirinya selalu berada dalam ketaatan kepada Allah swt. Ia akan menggapai kebahagiannya jika berhasil menolak rayuan syetan dan hawa nafsu menuju kehinaan.

Bagi orang yang beriman, kesenangan hidup atau kesengsarannya tidak akan menjadikan dirinya melanggar aturan Allah swt atau melupakan perintah dan nasehatNya.

PEMBERSIHAN JIWA, FIKIRAN DAN PRILAKU

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى

Pengertian jiwa dalam kalimat di atas adalah pemikiran dan gejolak hati. Pembersihan jiwa berarti menjauhkan segala hal yang tidak sesuai dengan syariat islam dari pemikiran kita. Menjauhkan segala hal yang bertentangan dengan ajaran islam dari gejolak hati kita.

Dalam pembersihan jiwa kita harus banyak melakukan telaah dan renungan akan setiap kalimat yang tertera di dalam al-qur’an dan sunnah nabi Muhammad saw.

Jika kita masih menganut pemikiran bahwa ajaran islam menghambat kemoderenan bertanda jiwa kita adalah jiwa yang kotor dan butuh dibersihkan.
Jika kita masih menganut kemungkinan munculnya seorang nabi setelah nabi Muhammad saw maka jiwa kita adalah jiwa yang kotor.

Jika kita masih menyangka bahwa teori-teori kehidupan dari para filosof kafir itu lebih benar dari ajaran al-qur’an dan sunnah bertanda jiwa kita masih kotor.
Jika gejolak hati kita membuat kita membenci terhadap sesama muslim hanya karena perbedaan pendapat furu’iyah, itu berarti jiwa kita masih kotor dan butuh pembersihan.

Kemenangan hanya akan diberikan kepada mereka yang bersih jiwanya dalam pengertian di atas. Kemenangan tidak mungkin menjadi milik orang-orang yang jiwanya kotor.

Mereka yang tidak mau menyempatkan waktunya untuk mencari informasi akurat tentang hukum-hukum Allah, tentang arahan-arahan kehidupan dari Allah swt selamanya tidak akan dapat membersihkan jiwa mereka sehingga kemenangan tidak akan pernah mereka raih.

TETAP BERSABAR

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Sabar memiliki pengertian menahan diri dan tetap konsisten dengan akal sehat dan ajaran syariat. Bersabar bukanlah pasrah dan menyerah dengan keadaan. Bersabar bukanlah terhentinya kreatifitas dan inovasi. Bersabar jangan diartikan dengan tidak mengerti harus berbuat apa?.

Saat nabi Ibrohim AS menerima perintah untuk melakukan penyembelihan putranya ismail melalui mimpi yang terus menerus berulang, beliau melaksanakan perintah itu dengan penuh kesabaran.

Demikian pula halnya dengan nabi ismail AS yang diberitakan perihal mimpi tersebut dari ayahnya Ibrohim AS dapat menerima perintah itu dengan sepenuh hati dan siap melaksanakan perintah Allah swt. Kesabaran seperti inilah yang akan mengundang kemenangan dan kebahagiaan.

Mengabaikan berbagai perasaan seorang ayah terhadap anaknya, mengabaikan cemooh orang-orang disekitarnya dan mengabaikan perkiraan kerugian materi jika perintah itu dilaksanakan. Itulah kesabaran…

Orang yang bersabar tidak akan ragu akan perintah Allah swt dan rasulNya. Orang yang bersabar tidak akan ragu akan keuntungan dari pelaksanaan perintah syariat islam.

Orang yang bersabar tidak akan menukar pemikiran islam dengan pemikiran barat/kafir. Orang yang bersabar siap dengan segala konsekwensi dari perintah syariat.

Kesabaran yang dapat kita contoh selanjutnya adalah kesabaran nabi Ayyub AS. Seorang nabi yang ditimpa dengan penyakit menjijikan yang membuat dirinya kehilangan harta benda dan keluarga.

Beliau menyebut penyakit itu dengan “ad-dhurru” yang berarti nestapa akibat beratnya penyakit tersebut.

Nabi ayyub AS tidak pernah melontarkan ungkapan yang mengumpat penyakit tersebut, beliau tetap mengobatinya dan selalu yakin akan kesembuhannya, beliau juga selalu berdoa dan hanya berkeluh kesah kepada Allah swt saja dan tidak kepada manusia.

Dengan kesabaran semacam itulah seseorang meraih kemenangan dan memperoleh kebahagiaan.

TETAP MENJAGA PERSATUAN

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Ungkapan persatuan dalam ayat:200 surah ali imran adalah “robithu”.

Ribath dalam bahasa arab adalah ikatan. Dengan demikian kita dapatkan hakekat persatuan adalah keterikatan hati antara seseorang dengan saudaranya.

Keterikatan dalam bingkai saling memberi perhatian tentang kondisi satu dengan yang lain. Membantu kesulitan-kesulitan materil.

Memberi solusi dan pencerahan akan permasalahan psikis dan kejiwaan.
Dalam sebuah hadist nabi saw bersabda: “kesatuan orang mukmin itu laksana satu tubuh saat menderita sakit pada salah satu anggotanya maka anggota tubuh lainnya akan ikut membantu menolongnya”. Keterikatan semacam itulah yang disebut dengan persatuan dan kesatuan.

Dengan persatuan seperti itu pula Allah swt akan memberikan kemenangan.

عن النعمان بن بشير قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى

Dalam merajut persatuan dan mempertahankan kesatuan dibutuhkan kesabaran akibat karakter yang berbeda dan banyaknya profokasi yang akan memecah persatuan itu. Dengan bersabar seseorang tidak akan terprofokasi untuk berpecah dari komunitasnya.

Sebagaimana nabi Ismail AS tidak membenci ayahnya nabi Ibrahim AS pada saat ayahnya memberitakan akan perintah Allah swt kepada dirinya untuk menyembelih putranya, itu terjadi karena kesabaran kedua nabi itu dalam menjalankan perintah Allah swt .

TETAP BERTAQWA

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Taqwa yang dimaksud adalah proteksi diri. Sikap orang yang bertaqwa akan selalu berhati-hati dan tidak sembrono dalam segala urusan hidup.

Berhati-hati dalam berbicara, dalam melontarkan komentar, dalam mencari teman, dalam mengkonsumsi makanan dan minuman dan dalam mengambil setiap keputusan baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.

Mereka yang mampu bersikap seperti diatas pasti akan memperoleh kemenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya mereka yang sering sembrono dalam bertindak dan berbuat kelak akan menyesali kerugian dan kekalahannya.

Para nabi adalah orang-orang yang bertaqwa sehingga mereka peroleh kemenangan, begitu juga dengan para sahabat nabi Muhammad saw adalah komunitas manusia yang bertaqwa sehingga mereka juga memperoleh kemenangan dan kebahagiaan. Maukan kita mengikuti mereka..?

Di tengah kehidupan masyarakat kita di Indonesia ini kita menyaksikan prilaku masyarakat yang tidak bertaqwa.

Mereka sering membuang sampah sembarangan, membuang sampah di aliran air, membuang sampah di halaman rumah orang lain, membuang sampah di tempat-tempat umum (meeting point). Kita juga sering melihat dan menyaksikan para hakim di pengadilan yang memutuskan perkara secara tidak adil dengan memenangkan mereka-mereka yang menyuap dan mengabaikan hak seorang korban dan keluarganya.

Kita juga sering menyaksikan para pedagang yang sembrono dan menggelar dagangannya di tempat-tempat orang berlalu-lalang dan menganggap bahwa tempat seperti itu adalah tempat strategis dan menguntungkan. Akibatnya adalah kemacetan dan kekumuhan serta ketidak nyamanan bagi semua orang.

Prilaku tidak bertaqwa seperti diatas janganlah kita banggakan, janganlah kita lestarikan, jangan pula kita wariskan kepada anak dan keturunan kita.

Mari kita bangun sikap taqwa dalam hidup ini karena itulah langkah untuk meraih kemenangan dan kebahagiaan.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

BERQURBAN ADALAH KEMENANGAN

Ibadah qurban yang diperintahkan kepada kita adalah salah satu model ibadah yang akan menghantarkan kita untuk meraih kemenagan.

Dalam pelaksanakan ibadah qurban terkandung keimanan yang kuat, terkandung kebersihan jiwa, terkandung nilai kesabaran, terkandung nilai persatuan/keterikatan, dan terkandung nilai ketaqwaan.

Dengan berqurban kita akan raih kemenangan. Melaksanakan perintah qurban adalah berlatih untuk selalu memiliki pemikiran islam, menolak segala gejolak hati yang buruk, mempraktekkan kesabaran dan berlatih untuk menjadi pribadi yang protected dan selalu berhati-hati.

Inti dalam ibadah qurban adalah PENYEMBELIHAN hewan qurban yang selanjutnya berbuah distribusi daging hewan qurban itu kepada seluruh lapisan masyarakat. Perbuatan seperti itu tanpa disadari telah mempersatukan seluruh lapisan masyarakat dan memupuk kepedulian kepada sesama.

Berqurban adalah sebuah ibadah yang sangat menguntungkan pelakunya baik di dunia ataupun di akhirat.

Semoga kita menyadari akan hal ini dan terus menggairahkan lingkungan kita untuk berqurban setiap tahunnya. Amin

PENUTUP

Demikianlah uraian singkat yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang sangat berharga ini semoga dapat mencerahkan kita semua.

Semoga Allah swt menerima penyembelihan hewan qurban yang kita lakukan hari ini dan hari-hari tasyriq setelahnya. Amiiin yaaa robbal ‘alamin.
بارك الله لي ولكم في القران الكريم و نفعني واياكم من الايات والذكر الحكيم
وتقبل مني ومنكم تلاوته وفهمه انه هو السميع العليم…….
فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *