ayat-ayat warisan dan penjelasannya

Ayat-Ayat Warisan dan Penjelasannya – Penjelasan tentang pembagian warisan dan hokum-hukumnya telah dirincikan di dalam surat An-Nisa: 11, 12,13 dan 14 serta 176. Penjelasan yang terkait warisan juga ada dalam ayat 7 dari surah annisa.

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا (7)

Penjelasan : dalam ayat ini Allah swt mengajarkan bahwa laki-laki dan wanita mendapatkan hak waris masing-masing, begitu juga mengajarkan agar menerima bagian tersebut dengan kerelaan hati walaupun bagiannya tidak sama besar.

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا (11) 

Penjelasan : ayat ini mengajarkan tentang kewajiban pembagian waris dengan cara islam,juga ayat ini menetapkan tentang orang-orang yang berhak menerima hak waris, juga memberikan informasi tentang jatah waris dari ahli waris tersebut: pembagian 2:1 antara anak laki-laki dan perempuan, 2/3 jatah anak perempuan jika jumlah mereka lebih dari satu orang tanpa anak laki-laki,1/2 jatah anak perempuan jika hanya seorang diri, jatah ayah dan ibu yang disamakan yaitu masing-masing 1/6 jika si mayit punya anak, jatah ibu 1/3, ibu dapat 1/6 jika si mayit memiliki saudara dan ayah menjadi asobah jika si mayit tidak punya anak.

ayat-ayat warisan dan penjelasannya

Ayat ini juga mengajarkan tentang kewajiban melunasi hutang dan menunaikan wasiat sebelum harta warisan dibagikan.

Ayat ini juga mengajarkan tentang kesalahan membagi harta kepada anak-anak tanpa cara islam.

وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكُمْ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلَالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ (12)

Penjelasan : ayat ini mengajarkan tentang adanya hak saling mewarisi antara suami istri. Ayat ini juga menentukan jatah waris suami dari istrinya dan sebaliknya, ayat ini juga menentukan pembagian waris dalam kasus seseorang yang hidupnya sebatang kara kemana hartanya diwariskan, ayat ini juga menjelaskan tentang ketentuan hak waris bagi saudara dan saudari mayit se ibu. Ayat ini juga menjelaskan kewajiban membayar hutang dan menunaikan wasiat sebelum pembagian harta warisan.

 تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (13)

Penjelasan : ayat ini menjelaskan tentang ganjaran Allah bagi orang yang membagi harta waris sesuai dengan aturan islam, mereka adalah penghuni surga. juga menjelaskan bahwa membagi waris dengan cara islam adalah kemenangan yang besar.

 وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ (14)

Penjelasan : ayat ini menjelaskan bahwa membagi warisan dengan cara non syariah adalah kemaksiatan dan pelanggaran atas hokum Allah swt. Begitu juga mereka yang membagi warisan dengan cara non syariah diancam dengan siksa neraka yang pedih pada hari qiyamat.

يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ وَهُوَ يَرِثُهَا إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلَدٌ فَإِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ وَإِنْ كَانُوا إِخْوَةً رِجَالًا وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَنْ تَضِلُّوا وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (176

Penjelasan : ayat ini menjelaskan tentang ketentuan waris kalalah dan ketentuan waris untuk saudara dan saudari se-ayah dan pembagian jatah mereka 2:1..begitu juga ayat ini menjelaskan bahwa rincian pembagian waris dimaksudkan untuk melindungi manusia dari kesesatan dan kehancuran kehidupan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *