Asal Muasal Harta Warisan [ MWI : 29 ] Banyak orang yang mempersoalkan asal muasal harta warisan. Sebagai contoh: ustadz..apakah suami mendapat jatah warisan istrinya yang wafat padahal harta istrinya berasal dari warisan orang tuanya yang telah meninggal sebelumnya?

Mempersoalkan asal muasal harta warisan dalam pengertian diatas adalah suatu kekeliruan yang fatal. Selama ini memang masyarakat muslim kita tidak pernah diberikan pengertian tentang apa itu harta waris dalam pengertian hukum waris islam. Dalam ilmu faroidh yang disebut dengan warisan adalah semua hak dan harta yang dimiliki oleh seseorang secara sah selama hidup hingga wafat.

Hal yang harus diperhatikan terkait harta waris atau bukan adalah:
1. Halal dan tidaknya kepemilikan
2. Masih menjadi milik si mayit atau sudah berpindah kepemilikan?

Untuk memastikan status harta sebagai warisan atau bukan, kita tidak perlu mempertanyakan dari mana asal muasal harta si mayit. Apakah ia dapat dari bekerja dan berkarir atau ia dapatkan dari hadiah yang diberikan oleh seseorang yang menghormatinya atau ia dapatkan dari pembagian warisan orang tua dan keluarganya. Kenapa?

Karena status kepemilikan harta oleh seseorang akan hilang jika harta tersebut telah berpindah kepada orang lain dengan jalan yang dihalalkan oleh islam. Contoh: ahmad memiliki mobil kijang inova lalu ia memberikan mobil itu kepada istrinya sebagai hadiah maka mobil tersebut telah berpindah kepemilikannya melalui cara yang dibenarkan oleh islam yaitu hadiah. Dengan demikian mobil itu bukanlah harta waris ahmad saat ia wafat.

Begitu juga sebaliknya, jika seseorang mendapatkan harta dari orang lain atau dari keluarganya dengan jalan pembagian warisan atau jual beli atau hadiah atau hibah atau sedekah atau yang lainnya maka harta itu telah sah dimiliki olehnya dan tidak lagi menjadi milik orang yang memberinya. Ikhwah fillah yang baik hati…..

Asal muasal harta seseorang yang telah wafat bukanlah penghalang pembagian warisan. Bukan juga hal yang harus dipersoalkan saat pembagian warisan. Bukan juga penghalang dalam pembagian warisan. Jika kepemilikan seseorang itu sudah sah secara hukum islam maka harta itu sudah resmi menjadi warisan saat ia meninggal dunia. Jika status harta itu sudah resmi sebagai harta waris maka harta itu wajib dibagi sesuai dengan hukum waris islam yang telah ditetapkan di dalam al-qur’an. Wallahu’alam.

Motivasi Waris Islam 29
ASAL MUASAL HARTA WARISAN
Oleh: Ahmad Bisyri, MA. (Konsultan Zaid Bin Tsabit waris Center)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *