Apakah Wasiat Itu ? – Wasiat adalah pesan seseorang untuk memberikan suatu materi yang hanya dapat dimiliki setelah pemberi wasiat itu meninggal dunia.contoh : seseorang berwasiat: jika saya meninggal dunia maka sepeda motor ini menjadi milikmu.

apakah wasiat ituWasiat memiliki ketentuan nominal yang diperbolehkan oleh syariat islam yaitu maksimal 1/3 dari total harta warisan yang ditinggalkan, jika wasiat itu melebihi ketentuan tersebut maka yang dapat di eksukusi hanyalah sepertiga itu saja dan kelebihannya menjadi harta warisan. Namun demikian jika ahli waris merelakan akan kelebihan wasiat dari sepertiga maka hal itu dibenarkan.

Berikut landasan maksimal wasiat dari harta waris:

عن عامر بن سعد بن أبي وقاص عن أبيه رضي الله عنه قال  : كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يعودني عام حجة الوداع من وجع اشتد بي فقلت إني قد بلغ بي من الوجع وأنا ذو مال ولا يرثني إلا ابنة أفاتصدق بثلثي مالي ؟ قال ( لا ) . قلت بالشطر ؟ فقال ( لا ) . ثم قال ( الثلث والثلث كبير أو كثير إنك أن تذر ورثتك أغنياء خير من أن تذرهم عالة يتكففون الناس وإنك لن تنفق نفقة تتبغي بها وجه الله إلا أجرت بها حتى ما تجعل في في امرأتك ) . فقلت يا رسول الله أخلف بعد أصحابي ؟ قال ( إنك لن تخلف فتعمل عملا صالحا إلا ازددت به درجة ورفعة ثم لعلك أن تخلف حتى ينتفع بك أقوام ويضر بك آخرون اللهم امض لأصحابي هجرتهم ولا تردهم على أعقابهم لكن البائس سعد بن خولة ) . يرثي له رسول الله صلى الله عليه و سلم أن مات بمكة

Artinya : Amir bin Sa’ad bin Abi Waqqos menceritakan tentang ayahnya: saad berkata: saat penyakitku semakin parah, rasulullah datang menjenguk diriku. Aku bertanya: wahai rasulullah aku memiliki kekayaan harta yang banyak sedangkan pewarisku hanya seorang anak perempuan. Bolehkan aku bersedekah dengan dua pertiga harta ku? Nabi menjawab: jangan! Saad menawar kembali: bagaimana dengan setengahnya? Rasulullah menjawab : jangan! Lalu saad menawar kembali: bagaimana dengan sepertiga?

Rasulullah menjawab: baiklah sepertiga saja tapi itupun sudah banyak. Ketahuilah bahwa meninggalkan anak keturunan dengan harta yang banyak lebih baik dari pada meninggalkan mereka dengan harta terbatas yang hanya akan membebani orang lain………..(HR.Bukhori)

Begitu juga dengan penerima wasiat hanyalah mereka yang tidak berstatus sebagai ahli waris atau tidak menerima warisan akibat halangan tertentu. Dari aturan seperti itu dapat difahami bahwa jika seorang suami berwasiat sebuah harta untuk istrinya maka wasiat itu akan sia-sia belaka karena istri adalah ahli waris yang tidak dibenarkan menerima wasiat dalam syariat islam.

Berikut landasan terhalangnya ahli waris dari sebuah wasiat:

عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِى حَقٍّ حَقَّهُ فَلاَ وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ ».HR. abu Daud

Artinya : sesungguhnya Allah swt telah memberikan kepad setiap manusia itu hak mereka masing-masing. Maka ahli waris tidak lagi berhak atas wasiat. (HR.Abu Daud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *