Apakah harta warisan itu terkena kewajiban zakat

Apakah Harta Warisan Itu Terkena Kewajiban Zakat – Zakat di dalam ajaran islam diposisikan sebagai rukun islam. Zakat juga merupakan kewajiban seorang mukallaf atas diri dan harta kekayaan yang dimiliki oleh seseorang. Kewajiban zakat selalu digandengkan dengan kewajiban sholat dalam banyak ayat al-qur’an seperti dalam surah al-baqarah: 83 dan 43. Allah swt berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ artinya: lakukanlah sholat dan tunaikanlah zakat kalian  

Apakah harta warisan itu terkena kewajiban zakat

Ada dua macam kewajiban zakat yaitu zakat badan atau zakat fitrah dan zakat maal atau zakat harta.  Zakat badan diwajibkan lantara seseorang itu hidup pada hari-hari akhir bulan ramadhan sedangkan zakat maal diwajibkan lantaran seseorang itu memiliki harta kekayaan. Kewajiban zakat fitrah dibebankan kepada semua orang yang memiliki badan dan masih hidup sehingga orang fakir dan miskin pun terbebani dengan kewajiban zakat fitrah, semua orang terkena kewajiban zakat fitrah.

Adapun zakat harta hanya dibebankan kepada orang yang memiliki kelebihan harta dan kekayaan sedangkan orang yang tidak memiliki kelebihan harta tidak pernah diwajibkan untuk berzakat.

Selanjutnya, apakah semua harta kekayaan terkena kewajiban zakat? Tidak semua harta kekayaan terkena kewajiban zakat. Harta yang terkena zakat harus memenuhi beberapa kriteria yaitu:

  1. kepemilikan penuh (halal, bukan milik bersama),
  2. berpotensi untuk berkembang,
  3. bebas dari hutang konsumtif,
  4. melebihi kebutuhan pokok,
  5. mencukupi haul hijri bukan masehi.
  6. mencapai nisob/standar minimal.

Harta warisan adalah harta yang tidak dimiliki secara penuh oleh satu orang, ia adalah miliki bersama ahli waris sebelum dibagikan secara syariat islam. Di sisi lain, setelah pembagian secara syariat kepada masing-masing ahli waris, harta warisan adalah pendapatan tak terduga seseorang karena kematian seseorang (muwarrist) bukanlah hal yang terduga sehingga harta warisan dapat dikategorikan sebagai rikaz yaitu harta terpendam yang didapatkan oleh seseorang secara tak terduga. Kesamaan dari sisi cara mendapatkan harta warisan tanpa diduga inilah yang menjadikannya memiliki hukum rikaz secara qiyas. Dengan demikian harta warisan yang telah dibagi secara syariat dan dimiliki secara sah oleh ahli waris masing masing adalah harta yang memenuhi kriteria kepemilikan penuh sehingga ia terkena kewajiban zakatnya.

Harta warisan yang terbagi dan dimiliki secara sah memiliki standar minimal 85 gram emas 24 karat. Jika asset warisan yang di dapat oleh seseorang itu berada di bawah nisob tersebut maka harta warisan tadi tidak terkena kewajiban zakat. Di sisi lain kita juga perlu memahami bahwa harta warisan itu menjadi objek zakat tanpa harus menunggu satu tahun hijriyah namun haulnya adalah saat mendapatkannya.

Adapun tarif zakat harta warisan ini mengikuti induknya yaitu tarif zakat rikaz sebesar 1/5 atau 20% dari total asset warisan yang diperoleh oleh seorang ahli waris. Hal ini adalah ketetapan nabi saw dalam riwayat Abu
Daud dan ibnu majah serta bukhori dari abu Hurairoh RA bahwa nabi bersabda:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِىِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِى سَلَمَةَ سَمِعَا أَبَا هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « فِى الرِّكَازِ الْخُمُسُ ».

Artinya: nabi saw bersabda: dalam harta rikaz ada kewajiban zakatnya sebesar seperlima atau 20%.

Dengan dasar hadist tersebut maka kewajiban zakat pada harta warisan adalah 20% sebagaimana kewajiban zakat pada induknya harta rikaz.

Bagi seorang ahli waris janganlah merasa berat dengan tarif zakat 20% karena harta tersebut sama sekali tidak di dapatkan dengan kerja keras dan usaha. Begitu juga seorang ahli waris hendaknya menyadari bahwa yang benar-benar menjadi miliknya adalah 80% jauh lebih besar dari pengeluaran zakatnya. Selain itu juga ahli waris harus selalu ingat bahwa pembayaran zakat itu bukanlah sesuatu yang merugikan karena allah swt pasti akan memberikan gati dan kelipatan tak terhingga. Wallahu’alam,.

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *